Kita Putus!
Di sini, berjuang dan bertahan untuk tetap tabah. Karena ini adalah pilihan. Semoga doa-doa mampu menguatkan. Tujuannya tak lain adalah masa depan.
Di sebuah tempat yang jauh berbeda, sebuah hati katanya tengah patah. Dipukul berdebam-debam sesal karena mengucap "Kita Putus." Beribu kenang membuncah, antara kesal dan menyesal yang tak sudah. Duh, liat story penuh titik bagai jaitan. Dulu berucap manis tentang masa depan.
Lalu, aku merenung. Sebegitu penting, kah lara karena bunga-bunga bersemi sesaat? Mungkin saja iya buat mereka yang memuja kata-kata semanis gula yang dipanggil cinta. Berduka sampai tak jelas mana batas nyata atau drama.
Tapi kukembali pada diri sendiri. Kutak lebih baik dari pada patah hati, hanya saja belum merasai. Bisa saja lebih sederhana atau lebih berbahaya.
Selamat dini hari tanah airku, di sini dingin sudah sampai ke tulang, sudah tidak memberi ruang untuk sekadar bergalau-galau.
Comments
Post a Comment